| http://www.wartakota.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=10012
Ditulis Oleh Warta Kota |
|
| Monday, 03 November 2008 | |
| Tangerang, Warta Kota Sebanyak 25 anak keracunan makanan usai mengikuti acara pesta ulang tahun Noval (2), putra pasangan Yayuk (24) dan Sodikin (30), di Kampung Rawarotan RT 07/01, Selapajang, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Minggu (2/11) malam. Anak-anak itu menikmati sejumlah makanan dan minuman, seperti biskuit, kue tar, dan susu kemasan. Kepanikan tak hanya dialami oleh orangtua anak-anak tersebut, tetapi juga pasangan Yayuk-Sodikin. Sakit perut yang dialami anak-anak itu terjadi tiga jam setelah menyantap beragam penganan yang dimasukkan dalam kantong plastik berhias tersebut. Tubuh anak-anak itu mendadak demam, keringat dingin keluar, bahkan diikuti muntah-muntah dan buang air besar dalam bentuk cair. ”Nggak semua anak-anak menyantap penganan dan minuman itu di rumah Noval. Banyak juga yang menyantap begitu mereka tiba di rumahnya. Kalau anak saya, gejalanya muncul setelah minum susu kemasan botol plastik kecil. Pas saya lihat tanggal kedaluwarsanya 14 Januari 2008,” kata Fitriyani, ketika ditemui Warta Kota di ruang Kemuning RSU Tangerang, dia tengah menunggu anaknya, Asmoro Gandi (1,9) yang juga mengalami keracunan. Hingga tengah malam, anak-anak yang mengalami keracunan mencapai 25 orang. Sebanyak 15 anak di antaranya langsung dibawa ke RSU Tangerang. Pada Senin (3/11) siang, masih ada delapan anak yang menjalani perawatan. Menurut catatan medis, anak-anak itu kekurangan cairan karena muntah dan buang-buang air akibat keracunan. |
25 Anak Keracunan Penganan Pesta
Posted in Uncategorized
Harus Bayar Rp 10 Juta Akhirnya Meninggal
http://www.wartakota.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=9941&Itemid=45
BAYI penderita gizi buruk, Muhammad Rinaldi, meninggal dunia beberapa saat setelah dipaksa pulang oleh petugas Rumah Sakit Haji Jakarta (RSHJ), Jalan Raya Pondokgede, Jakarta Timur. Bayi berusia lima bulan ini pulang setelah sekitar sebulan dirawat di rumah sakit tersebut.
”Pengusiran” secara halus oleh rumah sakit diterima orangtua Rinaldi karena tidak mampu menyediakan biaya perawatan yang terus membengkak, mencapai Rp 10 juta. Kamis (30/10) malam, Rinaldi pun dibawa pulang. Keesokan paginya, bayi malang ini mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Jalan Raya Tanjungbarat, Gang Tanjung No 1H, RT 06/04 Tanjungbarat, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Haryani (43), nenek Rinaldi, menuturkan, sejak sebulan lalu Rinaldi dirawat di RSHJ karena menderita gizi buruk dan demam berdarah dengue (DBD). Dari hari ke hari, kondisinya semakin buruk. ”Kita ngurus surat keterangan tidak mampu dan akhirnya dapat potongan setengah harga dari Rp 20 juta,” ujarnya. Jumlah sebesar itu pun tidak bisa dipenuhi oleh ibu Renaldi, Ariyati (26). ”Anak saya tidak bekerja, sedangkan suaminya menghilang sejak sebelum Rinaldi lahir. Kami tidak mampu menyediakan uang Rp 10 juta,” kata Haryani.
anak Down Syndrome hilang
Kepada semua anggota milis,
Mohon pertolongannya! !!
Anak DS hilang!!!
Moh.Okky Rizky ( Oi ) 15th
Ciri2: DS, tinggi 152 cm, tegap, kulit sawo matang, mata sipit, tidak lancar bicara, pakai topi hitam, pakai kaos garis2 coklat-biru, celana jeans.
Telah hilang pada hari Rabu, 22 Okt 2008 pukul 18.00 WIB
Bagi yang menemukan, mohon hubungi: Ibu Asnur: 08158329874/ 021-77826160
Alamat: Jl. Johar VII no. 28 Depok II Tengah.
Ade: 081387033341/ 0251 7542461
Alamat: Perum, Bogor Raya Permai, Blok FE IX no. 10
Apapun bantuannya sangat dihargai.
Salam
a/n keluarga Okky
(Oma)
Posted in Anak-anak
Ledakan di Maluku
http://www.detiknews.com/read/2008/11/03/064531/1030007/10/motif-pelaku-belum-diketahui
Ternate – Motif di balik ledakan yang terjadi di Maluku utara hingga kini belum diketahui. Polisi pun berjanji mengusut tuntas kasus ini.
“Motif dan aksi ledakaan bom ini kita belum tahu, apakah terkait dengan ketidakpuasan dengan hasil pilkada kemarin. Semua diserahkan kepada pihak berwajib untuk mengusutnya secara tuntas,” kata Wakil Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba saat meninjau lokasi ledakan di Kantor Gubernur Maluku Utara, Jl Pahlawan Revolusi, Ternate, Maluku Utara, Senin (3/11/2008).
Wagub juga meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan insiden ini. Mereka diminta untuk tetap beraktivitas seperti biasa.
“Saya minta masyarakat agar beraktivitas seperti biasa. Semua itu serahkan kepada polisi untuk mengusut tuntas,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Mustafa mengatakan, pihaknya akan mengusut insiden tersebut secara tuntas.
“Kasus ini akan diusut secara tuntas, dan pelakunya akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Saat ini pihaknya telah mengamankan barang bukti berupa satu buah bom yang gagal meledak. Bom tersebut ditemukan di kediaman dinas gubernur. Pecahan bom yang meledak juga sudah diamankan tim Jihandak Polda Maluku Utara.
Ledakan tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Bahkan sebagian warga sempat mengungsi.
“Suara ledakan keras sekali. Masyarakat sempat mengungsi ke tempat yang aman,” ujar salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan kantor DPRD Maluku Utara.
Namun pagi ini aktivitas warga sekitar sudah kembali normal. Para pegawai pemda berbondong-bondong menyaksikan lokasi kejadian di kantor gubernur usai apel.
Posted in Uncategorized
Dua Penderita Gizi Buruk di Banjarmasin Meninggal Dunia
Banjarmasin, Kamis
Dua dari tiga bayi penderita gizi buruk yang ada di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), telah meninggal dunia.
Salah seorang penderita gizi buruk yang meninggal tersebut yakni Dina Safitri usia 19 bulan yang sempat dirawat di RSU Umum Ulin beberapa hari. Anak warga Kelayan B ini meninggal pada hari Rabu sore (8/3) padahal pada siangnya anak malang ini sempat dibesuk Walikota Banjarmasin, Yudhi Wahyuni.
Sementara seorang lagi yang meninggal akibat kekurangan gizi tersebut adalah Raihan usia 13 bulan, anak ini tak sempat dirawat dan meninggal dunia di rumah kediaman orang tuanya di bilangan Kelayan B. Satu anak lagi penderita penyakit yang sama juga berasal dari Kelayan B Kecamatan Banjarmasin Selatan adalah Sandri 12 bulan kini masih dalam perawatan pihak RSU Ulin Banjarmasin.
Sebelumnya, Walikota Banjarmasin Yudhi Wahyuni menggeleng-gelengkan kepalanya setelah menyaksikan sendiri dua bayi penderita gizi buruk. “Apa masih ada ya di kota ini menderita gizi buruk seperti ini,” katanya.
Berdasarkan catatan wartawan, penderita gizi buruk yang pernah diderita warga Kalsel sebelumnya sebanyak 103 orang dan delapan orang diantaranya meninggal dunia. Penderita gizi buruk yang meninggal dunia di Kalsel itu antara lain disebabkan ada infeksi dengan penyakit lain dan keterlambatan orangtua membawa ke pusat pelayanan kesehatan.



