Posted by: socialindo | March 10, 2006

Pijat Plus Digerebek

Kebon Jeruk, Warta Kota

Bisnis seks berkedok panti pijat di Apartemen Permata Eksekutif, Jalan Pos Pengumben, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, digerebek polisi, Kamis (9/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebanyak 12 cewek pemijat dan dua karyawati ditangkap.

Dini hari itu, Apartemen Permata Eksekutif mendadak menjadi ramai ketika belasan polisi merangsek ruangan Synergy yang terletak di Tower II Lantai 2. Beberapa cewek pemijat yang tengah menunggu tamu jadi kelimpungan. Para wanita bercelana ketat dan mengenakan busana tank top itu kemudian digiring keluar. Salah seorang di antaranya bahkan dicokok polisi saat sedang melayani tamu.

Bisnis seks terselubung itu berlangsung sejak tujuh bulan lalu. Lama-kelamaan, kegiatan di tempat yang diberi nama Synergy Fresh & Health (Massages and Reflexiology) itu dirasa mengganggu penghuni apartemen lainnya.

“Hingga seorang warga melaporkannya ke Polsek Kebon Jeruk. Setelah kami selidiki, ternyata benar tempat itu juga memberi pelayanan seks,” jelas Kapolsek Kebon Jeruk Ajun Komisaris Polisi E Zulpan Harahap, usai penggerebekan. Ditambahkannya, Lily (29) yang menjadi manajer, serta Yeni (26) yang bertindak sebagai resepsionis Synergy Fresh & Health, ikut dibawa ke kantor polisi.


Menurut pengamatan Warta Kota, ruangan yang dibangun secara eksklusif itu terbagi dalam dua bagian, yakni ruangan massages (pijat) di bagian kiri dan ruangan reflexiology (pijat refleksi) di bagian kanan.

Di ruangan pijat, tersedia kamar-kamar VIP dengan tarif Rp 175.000 per jam dan kamar standar bertarif Rp 75.000 per jam. Kamar-kamar VIP dengan fasilitas bath up dan sebuah ranjang diberi nama jenis tumbuh-tumbuhan, seperti Lavender atau Rose.

Kegiatan di Synergy Fresh & Health berlangsung sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Tempat itu mempekerjakan 17 wanita pemijat berusia 20-an tahun dan dua karyawati. Namun saat penggerebekan berlangsung, hanya 12 wanita pemijat yang ada. “Lima lainnya lagi enggak masuk,” tutur Yeni, resepsionis asal Medan.

Dikatakan Yeni, tempat itu baru tujuh bulan buka. Dia mengaku tidak tahu kalau para wanita pemijat di situ juga memberi pelayanan seks kepada pengunjungnya. Yang jelas, kata karyawati dengan gaji Rp950.000 per bulan itu,  Synergy Fresh & Health dimaksudkan untuk pijat kesehatan keluarga.

Lain halnya dengan pengakuan Cici (21), asal Salabintana, Sukabumi, Jawa Barat. Cici menuturkan, ia baru empat bulan bekerja sebagai pemijat. Dari tarif sewa kamar yang dibayar pengunjung, ia hanya memperoleh bayaran Rp100.000. Kecuali jika pengunjung menginginkan layanan lebih. “Waktu pertama bekerja saya buka harga Rp 600.000, tapi setelah ditawar akhirnya sepakat Rp500.000,” jelas cewek bertubuh montok dengan rambut sebahu dicat biru itu.

Begitu juga pengakuan Euis (23), Ardila (21), dan Natasha (24). Tiga wanita pemijat asal Leuwiliang, Bogor, itu tak menyangkal kalau mereka mendapat tambahan dari melayani birahi pengunjung. (Ito)


Responses

  1. baru saya mau kesitu… tp ada gak cabang yang laen di jakarta selatan

  2. yak, buat tambahan hidup untuk para wanita yg berjuang untuk menghidupi keluarganya.. :)


Leave a response

Your response:

Categories