Posted by: socialindo | March 10, 2006

Presiden Terima Siswa Pertukaran Pelajar

Yogyakarta, Kamis

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (9/3) malam menerima sejumlah siswa SMAN 3 Yogyakarta yang akan mengikuti program pertukaran pelajar ke Australia. Sebelas pelajar disertai kepala sekolah dan guru mereka diterima di Ruang Sudirman Istana Gedung Agung, Yogyakarta.

Presiden dalam kesempatan tersebut didampingi antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Aburizal Bakrie, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, serta dua juru bicaranya Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.

Kepala Sekolah SMAN 3, Bambang Supriyono, yang ditemui usai pertemuan mengatakan bahwa Presiden Susilo banyak memberikan motivasi para peserta yang akan mengunjungi dan melakukan kegiatan di Warrnambool College, Victoria selama tiga minggu.
Read More…

Posted by: socialindo | March 10, 2006

Pendapatan DPR Bakal Naik Lagi

Formappi: Keterlaluan, Tak Peduli Nasib RakyatJakarta, Kompas

Pendapatan para anggota Dewan Perwakilan Rakyat bakal naik lagi. Menurut rencana, penambahan untuk tingkat pimpinan antara Rp 14 juta hingga Rp 16 juta lebih, sedangkan untuk anggota sekitar Rp 15 juta per bulan.

Rencana kenaikan (pendapatan) itu memang sudah termuat dalam anggaran 2006 dan sesuai dengan pagu definitif hasil pembahasan dengan Direktur Jenderal Anggaran dan Perimbangan Keuangan, kata anggota Badan Urusan Rumah Tangga DPR Urusan Pengawasan, RB Suryama M Sastra (Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Jawa Barat VI), di Jakarta, Kamis (9/3). Realisasi kenaikan pendapatan ini menunggu persetujuan Menteri Keuangan mengenai standar biaya khusus.

Kenaikan yang mencolok berasal dari komponen tunjangan komunikasi intensif, berkisar Rp 8,5 juta-Rp 10 juta. Pos kenaikan yang cukup besar juga berasal dari tunjangan kehormatan.

Read More…

Posted by: socialindo | March 10, 2006

Pijat Plus Digerebek

Kebon Jeruk, Warta Kota

Bisnis seks berkedok panti pijat di Apartemen Permata Eksekutif, Jalan Pos Pengumben, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, digerebek polisi, Kamis (9/3) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebanyak 12 cewek pemijat dan dua karyawati ditangkap.

Dini hari itu, Apartemen Permata Eksekutif mendadak menjadi ramai ketika belasan polisi merangsek ruangan Synergy yang terletak di Tower II Lantai 2. Beberapa cewek pemijat yang tengah menunggu tamu jadi kelimpungan. Para wanita bercelana ketat dan mengenakan busana tank top itu kemudian digiring keluar. Salah seorang di antaranya bahkan dicokok polisi saat sedang melayani tamu.

Bisnis seks terselubung itu berlangsung sejak tujuh bulan lalu. Lama-kelamaan, kegiatan di tempat yang diberi nama Synergy Fresh & Health (Massages and Reflexiology) itu dirasa mengganggu penghuni apartemen lainnya.

“Hingga seorang warga melaporkannya ke Polsek Kebon Jeruk. Setelah kami selidiki, ternyata benar tempat itu juga memberi pelayanan seks,” jelas Kapolsek Kebon Jeruk Ajun Komisaris Polisi E Zulpan Harahap, usai penggerebekan. Ditambahkannya, Lily (29) yang menjadi manajer, serta Yeni (26) yang bertindak sebagai resepsionis Synergy Fresh & Health, ikut dibawa ke kantor polisi.

Read More…

Posted by: socialindo | March 9, 2006

Makan Cuma Sekali, Semua karena BBM Naik

dari www.kompas.com 

Dulu sebelum BBM naik, duit Rp 15.000 buat makan sehari. “Sekarang mana bisa. Saya harus kasih istri Rp 25.000 untuk makan. Harga beras udah naik. Benar-benar pusing,” keluh Mario (33), tukang ojek, di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (7/3).

Pendapatan Mario  tidak bergerak di angka Rp 30.000-an/hari, baik sebelum dan maupun sesudah harga bahan bakar minyak (BBM) naik. “Tahun 1997 sampai 2002 tukang ojek di Stasiun Tebet paling 40 sampai 50 orang. Sekarang 200 lebih. Dulu bisa dapat Rp 70.000 sehari, sekarang paling Rp30.000,” kata pria yang telah mengojek sejak 1995 ini.

Untuk membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari, Fajriyatun, istri Mario, membuka warung di rumah. Penghasilannya lumayan untuk uang jajan anaknya yang berusia 3 tahun dan membantu bayar kontrakan Rp 200.000/bulan.

Ia tidak bisa membayangkan jika kelak anaknya masuk ke bangku sekolah sementara kondisi ekonomi masih suram. Pria asal Sragen, Jawa Tengah, ini ingin mencari pekerjaan lain. Tetapi, ia sadar hanya tamat SMP.
Read More…

Posted by: socialindo | March 8, 2006

Hati-hati Minum di Jalan, Bisa Ditangkap…

SOELASTRI SOEKIRNO

Jangan coba-coba bergerak-gerik mencurigakan, apalagi berciuman dengan lawan jenis di jalan, Anda bisa ditangkap!

Itulah salah satu peraturan daerah (perda) yang diberlakukan di Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Tepat pada usia ke-13, Pemerintah Kota Tangerang mulai melaksanakan Perda Nomor 7 Tahun 2005 tentang larangan pengedaran dan penjualan minuman beralkohol, dan Perda No 8/2005 tentang larangan pelacuran tanpa pandang bulu.

Mereka yang melanggar ketentuan tersebut akan ditangkap, ditahan, lalu diadili. Karena itu, jika Anda seorang perempuan dan sedang berada di Kota Tangerang, jangan pernah bersikap mencurigakan atau berada sendirian di jalan, di atas pukul 19.00, terutama di jalan yang disebut-sebut sebagai tempat pekerja seks komersial (PSK) biasa mangkal. Anda bisa dikenai perda antipelacuran tersebut.

Sidang perdana penerapan perda itu sudah mulai dilaksanakan Selasa (28/2) lalu. Dalam persidangan yang digelar bersamaan dengan pesta ulang tahun Kota Tangerang itu ternyata tak semua yang ditangkap, ditahan, lalu diadili adalah PSK.

Sebagian di antara mereka adalah ibu rumah tangga yang saat penangkapan itu kebetulan sedang minum teh botol di tepi jalan sebelum melanjutkan perjalanan ke rumahnya.

Ada pula seorang istri yang sedang bersama kawan suaminya di hotel karena menunggu sang suami mencari makan malam sebelum bertemu rekanan bisnis jual-beli mobil.

Selain itu, ada istri seorang guru SD negeri di Kota Tangerang yang hendak mencari angkutan kota setelah pulang dari tempat kerjanya.

Read More…

« Newer Posts - Older Posts »

Categories